headlines

Kenali Perbedaan Remitansi dan Money Changer

Keuangan14 September 2021

Kemajuan finansial teknologi semakin memudahkan transaksi keuangan, baik dari dalam negeri ke luar negeri maupun sebaliknya. Selain menggunakan aplikasi smartphone, Anda juga dapat memanfaatkan jasa money changer serta remitansi. Lalu, apakah perbedaan remitansi dan money changer?

Bagi Anda yang masih awam dengan kedua istilah tersebut sejatinya tak perlu bingung, karena masing-masing menawarkan jasa yang berbeda. Baik penyedia layanan remitansi maupun money changer harus mendapat ijin dari Bank Indonesia, agar transaksi keuangan ke dalam maupun ke luar negeri mudah dipantau.

Daftar Perbedaan Remitansi dan Money Changer

Money changer menjadi salah satu jasa penukaran uang yang cukup populer di Indonesia. Tidak hanya masyarakat dalam negeri saja, banyak juga wisatawan yang memanfaatkan layanan ini. Anda bisa menukarkan rupiah dengan mata uang asing begitu juga sebaliknya.

Namun apabila ingin melakukan pengiriman uang, pergunakan layanan remitansi. Prosesnya cepat dan aman. Jasa keuangan ini banyak dimanfaatkan oleh TKI di luar negeri untuk mengirimkan uang ke keluarganya di Indonesia. Untuk mengetahui lebih rinci mengenai perbedaan keduanya, simak ulasannya berikut ini:

1. Mekanisme Pelayanan

Baik remitansi maupun money changer memiliki mekanisme pelayanan yang berbeda. Jika Anda belum pernah mencoba jasa keuangan ini, tak perlu khawatir. Alur pelayanannya cukup sederhana dan mudah dipahami.

Selain menukar uang, money changer juga melayani pembelian ataupun penjualan valuta asing. Inilah mengapa banyak orang yang lebih memilih money changer dibanding instansi keuangan lainnya. Selain terpercaya, jasa yang ditawarkan juga lengkap.

Apabila Anda ingin menukarkan uang di money changer, terlebih dahulu siapkan uang yang akan ditukar. Selanjutnya, cari tahu kurs mata uang asing yang akan ditukar. Dengan begitu, Anda bisa memperkirakan berapa jumlah uang yang didapat nantinya.

Sesudah itu, datang ke money changer dan isi formulir dengan cermat. Teller money changer akan memberikan total harga mata uang yang akan Anda tukar. Jika setuju, segera lakukan pembayaran sesuai dengan nominal yang disebutkan tersebut.

Pihak teller akan melakukan perhitungan besarnya uang yang akan ditukar. Selanjutnya Anda akan mendapatkan uang beserta dengan kuitansi. Lakukan perhitungan untuk memastikan jumlahnya sudah sesuai serta simpan kuitansi penukaran uang.

Saat ini ada banyak lembaga keuangan yang menawarkan jasa remitansi. Bagi Anda yang memiliki keluarga  di luar negeri, bisa memanfaatkan jasa ini untuk mengirimkan uang. Remitansi juga melayani jasa pengiriman uang dari luar ke dalam negeri.

Nah, yang harus Anda lakukan pertama kali jika ingin memakai jasa ini adalah mencari bank maupun lembaga keuangan lainnya yang menawarkan layanan remitansi. Lakukan pengisian formulir dengan seksama mengenai jumlah uang yang dikirim, bank yang dituju, serta identitas lengkap penerima dan pengirim.

Uang yang Anda kirim bisa berasal dari rekening tabungan maupun dalam bentuk tunai. Selanjutnya pihak lembaga keuangan akan memproses remitansi ke bank tujuan lalu pihak bank yang dituju akan mengirimkan uang ke pihak penerima.

2. Fungsi Remitansi dan Money Changer

Perbedaan remitansi dan money changer yang cukup mencolok terlihat pada fungsinya. Money changer bukanlah hal yang asing bagi Anda yang suka bepergian ke luar negeri. Penyedia layanan money changer juga relatif mudah ditemukan. Bahkan saat ini di pusat perbelanjaan juga banyak yang menawarkan jasa itu.

Sedangkan remitansi tak banyak digunakan oleh masyarakat awam. Pengiriman uang dari dalam dan luar negeri ini merupakan transaksi yang jarang dilakukan. Transfer melalui rekening bank dirasa lebih aman dan cepat.

Jadi, jika Anda ingin menukarkan uang atau membeli valuta asing, datang saja ke money changer. Apabila ingin mengirimkan uang ke luar negeri atau sebaliknya, manfaatkan jasa remitansi.

Kedua layanan tersebut mudah ditemui di kota-kota besar di Indonesia. Sebaiknya pilih lembaga keuangan terpercaya yang menyediakan jasa money changer maupun remitansi. Dengan begitu, transaksi dapat berjalan aman dan tanpa kendala.

Pemanfaatan Remitansi Semakin Tinggi di Masa Pandemi

Berdasarkan sumber dari bank dunia, arus remitansi saat pandemi justru semakin meningkat. Faktor ini dilatar belakangi oleh keinginan pengguna jasa tersebut untuk menolong keluarga mereka yang terdampak dan berada di luar negeri.

Pengiriman uang kebanyakan berasal dari penarikan rekening. Penggunaan uang tunai selama pandemi cukup riskan. Oleh sebab itu, remitansi via rekening bank dirasa jauh lebih aman. Pekerja Indonesia yang berada di luar negeri pun menggunakan layanan ini. 

Uang yang dikirimkan bisa dalam bentuk mata uang asing ataupun rupiah. Remitansi juga bisa dilakukan secara online melalui aplikasi, misalnya saja seperti Adaremit. Dengan memakai aplikasi tersebut, Anda tak perlu keluar rumah karena transaksi dapat dilakukan melalui smartphone.

Meskipun remitansi kalah populer dengan jasa money changer, hingga saat ini tidak banyak keluhan yang dirasakan. Uang yang dikirim akan sampai ke penerima sesuai dengan bank yang dituju. Remitansi juga sudah menjangkau kota-kota kecil yang jauh dari lokasi bank. 

Mahasiswa di luar negeri juga sangat merasakan fungsi layanan ini. Sebagian besar dari mereka menerima pengiriman uang melalui jasa remitansi. Uang yang dikirim bisa diambil langsung di bank yang dituju atau diantar ke alamat penerima. 

Arus remitansi yang meningkat juga berimbas pada bertambahnya devisa negara secara umum. Dampaknya, kesejahteraan masyarakat juga semakin membaik.

Pemanfaatan Money Changer Cukup Sepi di Masa Pandemi

Jika remitansi mengalami peningkatan transaksi yang tajam, berbeda halnya dengan money changer. Di masa pandemi, tempat wisata banyak yang tidak beroperasi. Akibatnya kunjungan wisatawan ke dalam negeri mengalami penurunan.

Begitu juga bagi Anda yang ingin bepergian ke luar negeri, harus melalui protokol kesehatan yang ketat. Di samping itu, banyak negara yang menerapkan lockdown dengan tidak menerima kunjungan dari wisatawan asing.  

Hal tersebut berpengaruh pada jumlah transaksi money changer yang menjadi lebih sepi. Selain karena pandemi, ada banyak penyedia layanan money changer di sekitaran tempat wisata yang melakukan kecurangan. 

Misalnya dengan mengurangi jumlah uang penukaran. Tentu saja hal ini memberi citra negatif bagi penggiat usaha money changer.

Sepinya pengguna jasa money changer diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Saat ini banyak negara yang sudah membuka akses wisatawan untuk berkunjung. Begitu juga di Indonesia, ada beberapa destinasi wisata yang mulai dibuka meski jumlah pengunjungnya dibatasi.

Money Gram, western Union, dan Pos Indonesia merupakan penyedia layanan remitansi dan penukaran uang lainnya yang terpercaya. 

Di samping itu, Anda juga bisa melakukan kedua transaksi tersebut di bank, baik remitansi maupun money changer yang harus mendapat izin dari Bank Indonesia. Disamping untuk memantau aliran uang, juga dapat menjamin hak pengguna agar tidak dirugikan.

Singkatnya, perbedaan remitansi dan money changer ada pada fungsinya. Remitansi digunakan untuk mengirimkan uang dari dalam ke luar negeri maupun sebaliknya. Sementara money changer, tidak melayani pengiriman uang melainkan hanya penukaran dan pembelian valuta asing saja.